Dimasu

tangguh dan bersahaja

Balada Si Anak Gajah ( bagian pertama)

Posted by dimasu on July 18, 2008

Cerita ini adalah cerita penuh pesan moral. Cerita tentang kekerasan hati dalam mengejar mimpi. Dianjurkan cerita ini dibaca secara perlahan. pelan-pelan. Dan sangat tidak dianjurkan dibaca secara fast reading. Haram. Pergilah kau, para fast reader. Mampir saja ke blog lain..hus..hus..

Selamat menikmati…

Di sebuah desa, hiduplah anak kuda berperawakan kecil. Warnanya putih, bantet, kakinya pendek. Bukan. Ini bukan makibao. Sosoknya lebih tinggi dari makibao. Tapi bisa dikatakan pendek jika dibandingkan dengan anak2 kuda lainnya. Namanya Indra. untuk menghindari sakit hati pada orang2 yang kebetulan memiliki nama Indra juga, kita sebut saja dia, si anak kuda.

Si anak kuda ini punya masalah. Seperti yang kita ketahui dari film Hidalgo, kasta pada kuda ditentukan dari seberapa cepat dia berlari. Nah, si anak kuda ini larinya lambat sekali. Kakinya yang pendek ditambah lemak yang melipat pada perutnya membuat kecepatan lari si anak kuda ini tak lebih dari 12,4 km/jam. Sebenarnya dia sempat membuat catatan lebih dari 12,4 km/jam, tapi sayang tak seekor kuda pun yang melihatnya sehingga tak ada yang mengakui klaim si anak kuda itu. bagaimana pun, larinya tergolong lambat sekali untuk ukuran anak2 kuda lainnya. kasihan…

Di desa itu,.. oh iya, saya lupa menceritakan, kalau desa tempat tinggal si anak kuda terletak di ujung utara India. Sangat terpencil. Nama desa itu adalah Desa Kandahe Soka Ravijay Ghunabajahe, desa bernama panjang namun hanya dihuni sekitar 40-an keluarga kuda. Tidak ada orang di situ. Hanya kuda. Desa bagi para kuda. Saya pikir tidak perlu diceritakan secara detail bagaimana suasana desa itu. silahkan anda khayal sendiri. oke, kembali ke cerita. Di desa itu, terdapat juga anak kuda lain yang berlari lambat. Sangat lambat. Bahkan lebih lambat dari si anak kuda. Warnanya coklat dekil. penyakitan. bau. mukanya jelek banget. kuda yang kalau dijual, mungkin si pembelinya yang akan diberi uang oleh penjualnya. Nama kuda itu.. ah, daripada nanti ada yang sakit hati, kita sebut saja si anak kuda cemen.

Anak kuda sangat tidak ingin dirinya disamakan dengan si anak kuda cemen. Karena itu dia punya tekad kuat, melakukan latihan lari secara intensif. Dia ingin menjadi seperti ayahnya. Kuda putih tangguh yang mampu berlari secepat motor RX king. kuda juara. begitulah julukannya di desa kandahe soka.. ah, apa lah nama desa itu. saya lupa..  Pada pagi hari di sudut desa, anak kuda sedang sarapan untuk bersiap-siap latihan lari. Sarapannya rumput liar tua yang tumbuh di pinggiran sungai. Katanya itu rumput yang lezat. Kayak spageti katanya. Tapi saya pikir anak kuda sedang membual saja karena kuda tak pernah makan spageti. Bagaimana dia bisa tau rasanya kayak spageti. kuda sotoy. Selesai sarapan, anak kuda pemanasan 5 menit. setelah itu, dimulailah latihan lari yang jauh. saaangat jauh. pada saatnya nanti, dunia akan takjub seberapa jauh dia berlari..   

Dua jam berlalu. si anak kuda masih terus berlari ke arah barat. awalnya untuk menghindari arah sinar matahari, silau, karena itu dia berlari ke arah barat.. beberapa kali dia sempatkan diri untuk istirahat sebentar. makan rumput tua. minum air genangan. kemudian lari lagi sampai kira2 pukul 12 siang, mampir ke bawah pohon bersantai ria. anak kuda sudah merencanakan dia akan lari di pagi hari selama 5 jam. sore hari 5 jam. dan malam hari 5 jam. sehari dia lari 15 jam. Besokannya sama lagi. 15 jam. tekad yang kuat. Tak heran, karena dia mengejar impian untuk menjadi kuda juara berikutnya menggantikan sang ayah. 

Hari terus berganti. Bulan terus berganti. si anak kuda terus berlari. Kakinya terus dipacu secepat mungkin. latihan lari yang sangat melelahkan sampai harus meninggalkan desanya. jauh meninggalkan desanya. Tak terasa purnama bulan sudah terlewati 2 kali. Anak kuda melewati sebuah desa. nama desanya.. panjang. saya yakin anda juga tidak mau tahu. Di desa itu anak kuda bertemu dengan seorang pawang kuda. Pawang kuda itu sedang bersedih. Sedih yang berlarut-larut karena kudanya sedang sakit. Sambil terisak nangis dia mengatakan bahwa kudanya salah makan. Kata dokter boyke, sakitnya parah. lebih parah dari flu burung. saat itu mungkin dokter boyke sendiri sedang stress sampai2 dia mengira dirinya adalah dokter hewan, padahal..  btw, di Indonesia juga ada dokter bernama boyke. tapi dokter di cerita ini bukan beliau.  

Pak pawang curhat ke anak kuda. “wahai kuda muda liar, kuda saya sekarat.. YA AMPUN!!! KUDANYA MAU MATIII…” nangis pun menjadi2. Pak pawang teriak, terdengar keras hingga radius 500 meter. tampaknya pak pawang tak sadar kalau kudanya yang sedang sekarat makin merasa tersiksa mendengar teriakan si pawangnya. Di kondisi kritis tersebut, sang kuda memilih mencabut infusnya. tak tahan dia mendengar teriakan bising pak pawang. lebih baik cepat mati, pikir sang kuda. Benar saja,  4 menit kemudian sang kuda menghembuskan napas terakhirnya. Cerita sedih memang. Jika anda berada di dalam cerita ini, mungkin air mata anda akan menetes melihat kematian sang kuda.

Pak pawang berguling2an meratapi kematian kudanya. sesekali dia panjat dinding saking berdukanya. Si anak kuda yang menyaksikan event itu gemetar hebat karena terharu. dia ikut tak bisa menahan tangisnya. tiba2 dia teringat kata2 ayahnya, harimau mati menginggalkan belang, kuda mati meninggalkan pawangnya. Ternyata omongan ayahnya itu benar! lalu si anak kuda berteriak kepada pak pawang “SAYA TIDAK MAU MATI. SAYA TIDAK MAU MENINGGALKAN PAWANG” kemudian si anak kuda langsung berlari meninggalkan pak pawang, kuda yang mati, dan dokter boyke.. pak pawang langsung terdiam, nangis hebohnya berhenti. dalam hatinya “kamu kan kuda liar, tak punya pawang, apa yang ditinggalkan -_-”

Dalam larinya si anak kuda terus bercucuran air mata. Lari sambil nangis membelah desa. setelah 10 menit, desa terlewati, si anak kuda pun akhirnya nyadar kalau dia tidak punya pawang. nangisnya berhenti. ah, kenapa saya nangis, orang ga punya pawang kok, begitu katanya dalam hati. Latihan lari pun terus dilanjutkan. Tangisan berubah menjadi nyanyian kecil mengiringi langkah larinya. dia menyanyikan mars desa kampung halamannya. semakin lama anak kuda makin semangat bernyanyi, suaranya pun semakin keras. begini kira2 liriknya…

kuda ku berlari kencang
kencang bak angin menerjang
suara derap bergempita
memenuhi desa Kandahe Soka Ravijay Ghunabajahe

Beat pada mars ciptaan desa itu terbilang cepat. intonasi nadanya juga berfluaksi hebat ketika nama desanya yang panjang disebutkan. Hal ini membuat siapa pun yang mengumandangkannya ketika berlari akan terasa cepat capek. anak kuda pun berhenti bernyanyi. napasnya habis. who de heck pencipta mars ini, begitu gerutunya dalam hati.

Hari itu.. tepat 3 bulan si anak kuda berlari jauh meninggalkan desanya. kondisi tubuhnya semakin memprihatinkan. alih2 menjadi kuda juara, si anak kuda justru menjadi kekurangan gizi. tubuhnya yang dulu gembul berubah menjadi kurus. si anak kuda pun jatuh sakit. sial bagi si anak kuda, dia kepayahan di saat dia sedang berada di padang rumput luas yang sepertinya tak berujung. langkahnya semakin gontai. berkali2 dia ambruk di tengah terik matahari saat itu. perutnya lapar. tiba2 dia teringat kata2 ayahnya, “Tuhan sayang sama kuda, karena itu Dia ciptakan rumput. Manusia juga mengaku sayang sama kuda, karena itu mereka ciptakan tali kekang dan pelana”.

Saat itu anak kuda tidak mengerti apa maksud omongan ayahnya. sampai sekarang pun tak mengerti. konon sang ayah sendiri juga tidak mengerti. dia hanya melanjutkan apa yang dikatakan kakeknya si anak kuda. sang kakek sendiri tau kata2 itu dari sebuah buku tulis anak2 SD yang di baris bawahnya suka ada kata2 bijak. sang kakek menemukan buku itu dari.. ah, jadi keluar dari topik. lupakan kakek itu. tak penting. Si anak kuda hanya menyimak kalimat pertama. Tapi dia sendiri punya pendapat lain, Tuhan pasti membenci rumput, jadi Dia ciptakan kuda. begitu pikirnya. Karena itu dia hanya ingin memakan rumput yang sudah tua saja. dia tidak akan mau makan rumput yang masih muda. ga tega katanya. masalahnya, padang rumput yang luas ini isinya adalah rumput2 muda semua. anak kuda tak berani makan. maka pingsan lah si anak kuda di tengah padang rumput..

1 minggu kemudian. anak kuda terbangun. dilihatnya kalender, 15 juli 2007! kaget dia, dia pikir dia diculik alien dan dibuang ke mesin waktu dan terdampar di tahun lalu. padahal kalender itu bekas. udah dijadiin bungkus kado untuk pasien yang tidur di sebelah si anak kuda. ya, anak kuda berada di rumah sakit. seorang musafir menemukannya dan segera membawanya ke rumah sakit di Iran. Anak kuda pun berpikir ternyata dia sudah berlari sejauh itu. dalam hatinya dia tersenyum bangga, lihatlah ayah, saya sudah berlari sampai negeri Iran. Anak kuda sendiri mengira Iran itu ada di dataran eropa, sehingga kebanggaannya semakin meluap-luap. sebenarnya anak kuda jatuh sakit itu masih di India. tepatnya 5 km dari desa kampung halamannya. kebetulan ada orang Iran yang mungut terus dibawa pake pesawat ke Iran. 

Btw, anda mungkin iseng menghitung2 dengan data kecepatan si anak kuda yang sebenarnya bisa mentok di 12,4 km/jam, lalu si anak kuda lari 15 jam sehari, dan fakta bahwa si anak kuda telah lari tepat 3 bulan. seharusnya si anak kuda sudah jauh dari desanya, lebih dari 5 km. Anda mungkin mengira, ah bodoh sekali penulis blog ini. tak bisa matematika. tapi segera lah tarik pikiran anda itu. sebenarnya anda lah yang kurang teliti membacanya kalau berpikiran seperti itu. Anda pasti lupa bahwa si anak kuda lari menghindari arah sinar matahari. jadi ketika pagi dia lari ke arah barat, sore lari ke arah timur, malam lari ke arah terserah dia mau. karena itu angka 5 km tentunya adalah sesuatu yang masuk akal. bacalah dengan perlahan-lahan. fast reading itu haram lho..

Kembali ke cerita, si pemungut anak kuda kemudian datang. tampak dia turut sedih dengan sakitnya si anak kuda. kemudian dia mengatakan bahwa si anak kuda kakinya harus diamputasi. Menurut dokter, anak kuda terlalu memaksakan kakinya sehingga menjadi begitu. Anak kuda yang mendengar ini kecewa berat. kenapa.. kenapa penyakit ini memilih saya..gumamnya ke arah langit2. ya karena kau memaksakannya, kan saya baru aja bilang tadi, begitulah dalam hati si pemungut. oiya, sekedar info, dokter yang menyuruh amputasi itu adalah dokter boyke dari india. dia sebenarnya bekerja di iran, tapi kemarin2 lagi pulang kampung. sampai sekarang dia masih mengira dirinya adalah dokter hewan. kembali ke cerita, si pemungut kemudian berbincang dengan si anak kuda,

“kamu sedang apa sih sampe bisa sakit begitu?”
“gini om, saya lagi latihan lari. Saya ingin jadi kuda juara”
“wow, hebat sekali. mau jadi kayak kuda ini juga ya?” si pemungut anak kuda memperlihatkan sebuah koran. dan ternyata..
“HAH? ini kan si kuda cemen!” si anak kuda takjub melihat foto si anak kuda cemen berwarna coklat dekil itu menghiasi halaman koran tersebut. kemudian dibacanya artikel di bawahnya…

Seekor anak kuda berhasil menjuarai kejuaraan lomba balap kuda junior se-India. Dikatakan bahwa keberhasilannya tak lepas dari jasa sang kuda juara dari desa Kandahe Soka Ravivi Gundabala. (tampaknya koran ini juga kesulitan menulis nama desa itu. koran itu salah menyebutkan 2 kata terakhirnya). menurut si anak kuda cemen, begitu julukannya dahulu, sang juara dari desanya membelikan sebuah treadmill berteknologi canggih yang mampu mengubah sesekuda menjadi pelari kuda papan atas dunia. Tadinya diniatkan untuk anaknya yang bertubuh bantet. tapi sayang, si anak menghilang. treadmill pun dihibahkan kepada anak kuda lainnya di desa itu. anak kuda yang beruntung mendapatkan treadmill itu adalah anak kuda muda berwarna coklat dekil ini, yang bernama.. (koran itu tersobek sampai tulisan ini. mungkin yang merobek itu adalah orang yang bernama sama dengan si kuda dekil bermuka jelek itu)  

Anak kuda menyesal setengah mati. Dia terlalu serius mengejar mimpinya sampai2 lupa pamitan. bahkan dia tidak tahu bagaimana cara pulang. terlebih lagi kakinya harus diamputasi. maka hilang lah mimpinya. lebih buruk dari itu, dia kalah sama anak kuda cemen…

Pemungut anak kuda ingin menghibur si anak kuda. dia mengatakan bahwa dahulu kala, dahulu sekali, tepatnya tahun 18.509 sebelum masehi (si pemungut sebenarnya asal sebut aja angka 18 ribuan ini, yang pasti ribuan tahun SM lah), ada seekor anak gajah yang mengalami hal serupa. Ya, anak gajah. si anak kuda pun akhirnya nyadar ternyata judul postingan ini berasal dari cerita si pemungut ini. ah, malunya dia. dia pikir penulis blog ini salah menulis judul, dan sempat ingin protes. GR-an. shame on you, anak kuda, shame on you. 

Baiklah, kita mulai saja cerita si pemungut itu, Balada si Anak Gajah… (bersambung)

Posted in My Life | 3 Comments »

Ultraman, tolong bantu kami menghadapi gejolak harga minyak…

Posted by dimasu on July 3, 2008


Kalo kata teman saya,
“Renungi, di mana posisi anda, dan apa yang seharusnya bisa anda lakukan pada posisi tersebut…”
agak norak sih kata2nya. tapi betul juga

~Btw, ini komik strip kedua saya di blog ini :)
sebelumnya pernah bikin yang ini http://dimasu.wordpress.com/2008/02/28/ketika-bekerja-grasak-grusuk/
 

Posted in social, economy, & Politics | 8 Comments »

Wawancara Penting

Posted by dimasu on June 27, 2008

Sesaat tiba di rumah setelah pulang kantor, tiba2 saya didatangi seorang wartawan umur 30-an.. kemudian dilakukanlah wawancara singkat

W : malam, mas.. boleh wawancara?

D : malam, om.. mau wawancara apa? saya lagi capek. pulang sana ke rumah mu..

W : sebentar aja kok, mas. Mau wawancara tentang sikap mahasiswa masa kini. apa pendapat, mas?
Read the rest of this entry »

Posted in My Life, social, economy, & Politics | 8 Comments »

Menguak Rahasia Ilahi dengan Berbagai Bidang Ilmu

Posted by dimasu on June 16, 2008

Kadang, permasalahan di suatu bidang ilmu memerlukan penjelasan dari bidang ilmu lain. Saya teringat tes masuk Nanyang Technological University, salah satu universitas sains terkemuka Asia di Singapur, ketika zaman saya dulu. Salah satu pertanyaan tesnya kira2 begini, coba jelaskan secara fisika, kenapa hewan di kutub badannya cenderung lebih besar daripada hewan di bagian dunia lainnya? Misalnya, beruang kutub memiliki badan yang lebih besar daripada beruang lainnya di negeri lain.

Sekilas, pertanyaan ini mudah dijawab. Karena di kutub dingin, hewan kutub memerlukan lemak yang lebih banyak untuk menghangatkan badannya, sehingga hewan tersebut beradaptasi. Yah, kira2 begitu jawabannya. Tapi jawaban tersebut adalah jawaban yang lebih condong secara biologi, sedangkan yang ditanyakan adalah jawaban secara fisika. 

Suhu lingkungan di kutub rendah. Sedangkan suhu tubuh hewan cenderung sama antara hewan kutub dengan jenis hewan yang sama di tempat lain (khusus untuk hewan berdarah panas tentunya). Hal ini menyebabkan perbedaan suhu antara suhu lingkungan dan suhu tubuh si hewan kutub lebih tinggi. Perbedaan suhu ini berbanding lurus dengan laju kalor, sehingga laju kalor yang keluar dari tubuh si hewan kutub lebih besar, dengan pertimbangan nilai konduktivitas dari daging dan kulit antara hewan kutub dan nonkutub adalah sama. Karena laju kalor lebih besar, maka diperlukan energi simpanan (energi dalam) yang cukup untuk menjaga kondisi suhu tubuh. Energi ini membutuhkan volume sehingga hewan kutub berbadan bongsor. Kurang lebih demikian lah jawaban secara fisikanya. Tentunya jawaban tersebut juga belum lah lengkap. Perlu penjelasan dari bidang ilmu lain lagi secara mendalam agar jawabannya menjadi lebih jelas lagi. Bagaimana proses pembentukan gen si hewan kutub ini sehingga dapat memiliki sifat berbadan besar pun belum terjawab. Yah, kasus Ini hanya 1 contoh suatu masalah perlu penjelasan dari banyak bidang ilmu.

Contoh lain, bagaimana cara orang menghirup napas dijelaskan juga secara fisika, bukan hanya biologi, walaupun bidang napas bernapas tersebut ada di biologi. Intinya hanya memperbesar volume paru2 manusia sehingga udara masuk ke paru2 karena perbedaan tekanan udara. Dan masih banyak permasalahan2 lainnya yang memerlukan penjelasan dari berbagai bidang ilmu.

Kebutuhan penjelasan dari berbagai bidang ilmu ini yang tidak disadari sebagian orang yang skeptis dengan agama. Mereka berpikir deskripsi2 yang diterangkan pada agama, baik dari ilmu sains dan sosial sampai ilmu yang bersifat ghaib, adalah suatu hal yang tidak mungkin. Mereka tidak dapat menerima penjelesan2 yang diberikan agama dengan hanya didasarkan 1 bidang ilmu (atau bahkan hanya setengah ilmu). Padahal ilmu Allah itu luas. Di Qur’an (kebetulan agama saya Islam) pun dijelaskan, bahwa Allah menciptakan tanda2 kebesarannya untuk kaum yang berpikir. Nah, tinggal merenung kembali bagaimana cara kita berpikir. Apakah berpikir luas, atau sempit. 

~1 is better than nothing. but 2 is better than 1~

Posted in Design & Technology | 9 Comments »

Perpecahan Umat Islam Indonesia

Posted by dimasu on June 8, 2008

Umat Islam di Indonesia sekarang ini memperihatinkan. Tidak saja karena kasus monas, tapi jauh sebelumnya umat Islam sudah terkotak2an. Perseteruan salafi denga ikhwanul muslimin, FPI dengan warga muslim moderat, dll. Ketika khutbah Jum’at beberapa minggu lalu di kantor saya, pernah di bahas, bahwa yang memusuhi umat Islam di negeri ini justru orang2 yang solat di Masjid bersama kita, orang2 yang puasa bersama kita ketika Ramadhan, orang2 yang juga menjalankan zakat. Tapi mereka memerangi umatnya sendiri. Khotib menyampaikan ini terkait persoalan bid’ah. Menurutnya, kelompok anti bid’ah itu menganggap para ahli bid’ah pantas untuk diperangi, mereka bahkan lebih memilih duduk bersama pemeluk agama lain, daripada harus duduk bersama ahli bid’ah.

Pada pembahasan tulisan saya ini, saya tidak mau membahas kelompok mana yang benar atau kelompok mana yang salah. Saya, dan juga mungkin sebagian besar umat muslim yang lain tidak memiliki kapabilitas yang dapat memastikan bahwa kelompok ini salah atau yang paling benar. Saya hanya ingin menyampaikan uneg2 saya saja. Dilihat dari kondisi saat ini, saya merasa umat muslim sedang diadu domba. Hanya perasaan saja sih, karena memang tidak punya bukti apa2.

Pertama, yang patut dipertanyakan adalah, siapa dan apa tujuan si pengadu domba. Kalau siapanya saya tidak bisa menjawab. Tapi kalau apa tujuannya, mungkin saudara2 dapat menjawabnya. Apalagi jika bukan untuk memecah umat Islam, sehingga dapat dihancurkan dengan mudah. Mengenai motivasinya, mungkin bisa dari pengaruh politik, secara umat Islam menguasai mayoritas pengendali negeri ini. Atau bisa juga dari pihak luar yang ingin menghancurkan Indonesia, secara umat Islam adalah mayoritas penduduk Indonesia. Ini adalah cara yang digunakan VOC ketika menundukkan Aceh. Mereka mengadu domba umat Islam Aceh, sehingga mereka dapat merebut tanah Aceh tersebut dengan mudah. Apa pun motivasinya, tapi yang jelas adalah untuk menghancurkan Islam.

Lalu, bagaimana cara mengadu domba umat Islam Indonesia. Mudah sekali. Umat Islam di Indonesia berjumlah besar. Tinggal mengelompokkannya saja. Berikut adalah pengelompokkan umat Islam :

1. Kelompok garis keras. Ini adalah kelompok non-moderat. Mereka memandang ayat2 Al-Qur’an dan Hadits adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Mereka menafsirkan ayat Qur’an, dan jika ada perbedaan tafsir dengan ulama lain (bahkan ulama yang levelnya lebih tinggi sekalipun), mereka menganggap tafsir mereka lah yang paling benar. Karena itu, di kelompok garis keras ini juga dapat dikelompok2an lagi. Antar kelompok garis keras dapat saling bermusuhan karena adanya perbedaan pendapat. Yang termasuk kelompok ini adalah salafi, FPI, wahabi, ikhwanul muslimin, dll. Jika saya perhatikan, sebagian besar kelompok ini berasal dari kalangan menengah bawah, sebagian besar kelompoknya berpendidikan tidak tinggi. Walau para petinggi2nya memiliki status sosial yang tinggi, tapi tidak untuk jamaahnya. Karena itu, mereka mudah untuk saling beradu, para jamaahnya lebih menonjolkan emosi dibanding keyakinan. Siapa yang membentuk kelompok2 ini? pertanyaan ini saya tidak bisa jawab. Mungkin saja pendiri keompok adalah memang murni orang Islam yang tidak punya tujuan untuk mengadu domba, tetapi saya merasa ada penyokongnya. Itu yang patut diwaspadai. Atau mungkin juga penyokongnya itu tidak punya maksud mengkotak2an Islam, tapi tanpa sadar mereka telah berbuat demikian.

2. Kelompok kedua, adalah kelompok muslim moderat. Sebagian besar umat Islam Indonesia masuk ke kelompok ini. Sebenarnya yang saya maksud kelompok ini tidak saja berbentuk organisasi, tapi juga umat Islam awam pun bisa dikategorikan masuk kelompok ini, termasuk saya. Umumnya, pengelompokkan ini tidak didasarkan pada keyakinan penafsiran mereka yang harus ditegakkan di atas hukum apa pun seperti halnya kelompok garis keras. Mereka bisa menerima budaya2 luar yang masih dianggap baik, dan tidak terlalu keras dalam menyikapi perbedaan. Termasuk kelompok ini adalah NU, Muhamadiyah, dan juga umat muslim biasa. Sedikit wacana, banyak yang mengira PKS adalah Islam garis keras, tapi saya pikir PKS masuk ke kelompok kedua ini juga. Para anggota PKS umumnya bebas, walau beberapanya ada juga yang berpemikiran keras. Saya bukan orang PKS, tapi sedikit tahu mengenai hal ini.

3. Kelompok ketiga, kelompok muslim yang sangat moderat, mendukung pluralisme. Salah satu kelompok ini adalah Gus Dur. Kebanyakan kelompok ini menjadikan opini sebagai dasar tertinggi. Sering kali mereka tidak melibatkan Qur’an dan Hadits. Saya perhatikan banyak blogger2 yang berpemikiran seperti kelompok ini. Banyak kaum muda Indonesia yang terlarut budaya barat sejak kecil juga masuk kelompok ini. Contohnya artis-artis. Kelompok ini juga biasanya didukung oleh media. Sama seperti kelompok pertama, sebagian besar kelompok ini pun cenderung menggunakan emosi dalam penyaluran pendapat2nya.

4. Kelompok Islam yang menyimpang. Ya, salah satunya Ahmadiyah. kelompok yang telah dilarang di banyak negara, kecuali Indonesia. AFAIK, di Paskitan, negara asalnya, Ahmadiyah dibentuk karena latar belakang politik untuk menghancurkan Islam, sehingga dilarang. Sebenarnya tidak hanya Ahmadiyah, tapi sangat banyak kelompok yang telah menyimpang di Indonesia. Banyak buku yang membahas aliran2 sesat di Indonesia. Kelompok ini membuat tafsiran yang berbeda dengan Islam umumnya, dan kerap menambahkan atau mengurangi ajaran2nya. Menurut saya, ancaman terbesar itu bukan Ahmadiyah, tapi NII. Jika dibandingkan dengan NII, Ahmadiyah itu seperti biji kecil saja. Mereka bergerak dengan tenang, tapi dalamnya sungguh luar biasa. Bahkan mungkin saja teman2 kita sendiri yang tidak disangka2, adalah orang NII. Saya sendiri mengalaminya. Banyak ulama yang telah mengatakan NII itu sesat. Pondok pesantren mereka, Al-Zaitun, berdiri megah. Banyak yang beranggapan mereka disokong oleh militer dan kekuatan politik. Mungkin benar juga, mengingat sampai sekarang mereka aman2 saja, tidak mengalami nasib seperti Ahmadiyah.

Demikian pengelompokkannya. Perbedaan2 secara sengaja dimunculkan agar mudah untuk dihancurkan. Umat Islam Indonesia telah dikotak-kotakkan. Kita memiliki MUI, tapi sering kali MUI itu tidak dianggap. Mirisnya lagi, ternyata justru ada yang menyulut konflik antar kelompok ini. Salah satu contohnya adalah, majalah Madina. Ya, saya sebut saja nama majalahnya, karena memang menurut saya majalah ini dodol (bodoh-red-). Pertama, saya lihat majalah ini, langsung tertuju pada covernya yang bertuliskan “trully Islam magazine”. Dengan tulisan itu, anggapan saya, mereka berpikir ada majalah Islam lain, dan majalah itu tidak se-Islam majalah mereka. Benar saja, kalau dilihat dari topiknya, selalu berkaitan dengan perbedaan pendapat antar umat Islam sendiri. Celakanya, mereka membiarkan tulisan tersebut mengambang, tanpa adanya kesimpulan. Ini seperti mengadu domba. Salah satu contohnya adalah ketika membahas film Ayat2 Cinta, haram atau tidak. Kemudian di edisi lain, mengangkat tema Jilbab gaul dan jilbab tertutup. Di tulisannya terdapat banyak pendapat, yang selalu dibiarkan mengambang tidak diberi kesimpulan. Topik2 yang mereka angkat seperti hanya menunjukkan Islam itu berbeda2, padahal tidak demikian. Kenapa mereka selalu mengangkat topik perbedaan antar umat Islam sendiri, tanpa adanya kesimpulan. Itu saja pertanyaannya. Yah, sedikit intermezo saja tentang majalah ini.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Mungkin ada yang dapat memberikan masukan yang bijaksana?

Posted in social, economy, & Politics | 9 Comments »

Harga Minyak Dunia dan Bursa Komoditi

Posted by dimasu on May 26, 2008

Ada yang aneh dengan kenaikan harga minyak dunia (yang saya maksud bukan BBM dalam negeri loh) yang tajam akhir2 ini?

Banyak yang berpendapat di media, kenaikan ini dipicu oleh aksi spekulan. Menurut saya juga demikian, mengingat permasalahan riil di minyak tidak sampai segitunya. Ya memang di north sea oil sedang ada masalah. Atau situasi politik internasional di tanah timur tengah yang sedang panas. Atau masalah sosial di lapangan minyak Nigeria. Atau lebih luasnya lagi, cadangan minyak dunia terus menurun sementara kebutuhan energi terus meningkat seiring kemajuan umat manusia. Tetapi saya pikir pengaruhnya tidak sampai segitunya (harga naik ratusan persen dalam 5 tahun belakangan ini), karena supply minyak tetap dapat dikontrol. Bahkan ketika perang teluk pada dekade yang lalu atau ketika embargo di Arab pun tidak sampai sebesar ini pengaruhnya. Kejadian lonjakan harga minyak seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Mungkin pernah (ketika saya belum lahir), tetapi tidak sampai se-ekstrim ini, di mana dalam hitungan hari harga minyak naik tajam dari 120 dolar menanjak tajam hingga menyentuh 135 dolar.

Ulah Si Spekulan

Sebenarnya apa yang dilakukan spekulan2 itu sampai mampu membuat kondisi krisis minyak saat ini? (saya sebut krisis, merefer ke media2 internasional yang memang menyebut dunia sedang dilanda oil crisis). Singkat saja, para broker itu melakukan spekulasi (yaiyaalaah, namanya juga spekulan) aksi jual beli kontrak minyak layaknya melakukan spekulasi di dunia saham yang sudah berlangsung sejak lama. Fyi, para spekulan ini bergeliat di suatu pasar bernama bursa komoditi berjangka, di mana surat2 kontrak komoditi2 penting, dari hasil perkebunan, hingga energi, diperjualbelikan di sana (di Indonesia mulai marak sekitar 5 tahun lalu dengan label futures2 itu). Mereka mengambil keuntungan dari fluktuasi harga. Ketika ada berita penurunan produksi minyak dunia akibat pengaruh masalah di north sea platform, para spekulan berpikir harga minyak pasti akan naik karena pasokan minyak dunia berkurang. Hukum ekonomi, supply turun demand tetap, maka harga akan naik. Karena berpikir akan naik, mereka ramai2 membeli minyak mumpung harga belum naik. Saking ramainya pembelian oleh spekulan, demand bertambah (sementara supply diperkirakan turun), maka harga semakin tajam lagi naiknya. Sangat tajam. Itu lah yang terjadi saat ini.

Sekilas Mengenai Bursa Komoditi Berjangka

Bursa ini mirip dengan bursa saham. Jika bursa saham menjual saham, maka bursa komoditi berjangka ini menjual surat kontrak jual/beli komoditas. Jadi begini, yang dijual di bursa ini bukan komoditasnya, tetapi surat kontrak, bahwa si pembeli nanti akan membeli koditas yang dibeli itu dengan harga sesuai surat kontrak. Misal, Si A minat dengan Kelapa Sawit milik si K (He2, anda pikir saya sebut “si B” ya? anda ketipu *ga jelas*). tetapi kebun kelapa Sawitnya baru mulai ditanam. Karena A minat, maka si K memberikan surat kontrak berisi kelapa sawitnya nanti akan dijual ke A ketika sudah panen nanti, dengan harga sekian dolar. Si A pun wajib bayar ke si K untuk jaminan surat tersebut. Ketika transaksi surat ini berlangsung, si A biasanya bayar 5%~15% dari total pembelian yang disebutkan di kontrak. Ketika sudah panen nanti, maka si A wajib membeli kelapa sawit K dengan harga yang telah disepakati sebelumnya tersebut.

Dahulu kala, bursa komoditi berjangka diterapkan untuk melindungi petani dari fluktuasi harga. Karena dulu itu konon si petani sudah capek2 tanam, eh taunya harga hasil pertaniannya ketika panen jatuh, si petani menangis tersedu2 karena rugi. Karena itu diciptakan lah sistem ini. Si petani mencari calon pembeli. Jika sudah ada kesepakatan si pembeli akan membeli dengan harga yang ditentukan, maka si petani dapat menjalankan tugasnya dengan riang tanpa rasa khawatir harga jatuh ketika panen.

Bursa Komoditi Berjangka itu Jahat

Sekarang, ketika bumi sudah berotasi ribuan kali sejak saat itu, keadaan berubah. Bursa komoditi berjangka ini dimanfaatkan oleh broker2 busuk. Biasanya broker2 ini bekerja di bursa saham. Namun, dalam 5 tahun belakangan ini, si broker melirik bursa komoditi berjangka. Mereka memiliki uang yang besar, bahkan sangat besar. Bursa komoditi memiliki omset yang jauh lebih kecil daripada bursa saham. Karena itu, ketika tiba2 saja uang dari broker2 ex bursa saham tersebut masuk ke bursa komoditi ini, nilai komoditas2 meningkat tajam (kembali ke teori semula, demand naik, harga naik). Tak hanya minyak yang terpengaruh, tapi juga komoditas lainnya seperti hasil perkebunan, batubara, atau emas (dulu saya sempat bilang emas nilainya tetap, tahan terhadap inflasi, tapi saya baru sadar bahwa ternyata emas tidak tahan terhadap bursa komoditas berjangka).  

Diyakini, perubahan harga pada bursa komoditi berjangka sangat mempengaruhi harga aktual. Memang, regulasi perdagangan kontrak komoditi, termasuk minyak ini, belum mampu melindungi fluktuasi harga akibat aksi spekulan. Akibatnya, End usernya nanti seperti Indonesia, lewat pertamina, mengimpor minyak dengan harga yang sudah melangit (yang kemudian harga BBM dinaikkan, lalu banyak demo, lalu polisi ngamuk, lalu Unas menuntut polisi, cek cok, dll).  

Jika kita telaah lebih jauh ke masa lampau, sebenarnya sudah ada ajaran yang seharusnya bisa mencegah hal ini terjadi. Dahulu kala Nabi pernah berpesan, jangan menjual hasil perkebunanmu jika pohonnya belum berbuah. Ya. Islam mengajarkan untuk tidak boleh berspekulasi jika hasilnya belum tampak. Sesuatu yang dihiraukan para spekulan, karena mereka bahkan membeli dan menjual minyak jauh sebelum minyak itu diproduksi…Mungkin Nabi sudah tau sejak jaman dahulu kalau sistem penjualan tersebut bersifat merusak. Ini 1 bukti lagi bahwa larangan dalam ajaran yang dibawanya ternyata memang ada gunanya :) 

*)Cerita sedikit, saya pernah datang ke salah satu kantor bursa komoditi berjangka di Jakarta, tepatnya di gedung BEJ lantai 29. Waktu itu saya masih kuliah, dengan bodohnya saya menghadiri undangan presentasi mereka. Saya perhatikan layar LCD yang menunjukkan fluktuasi harga sebuah komoditas. Di bawahnya tertulis kaligrafi Allah (Hmm.. sungguh.. sungguh teramat bodoh orang yang memasang kaligrafi tersebut di tempat yang bukan sebagaimana mestinya..). Dalam presentasi, saya sudah merasakan ada yang tidak beres dengan sistem perdagangan berjangka. Jual beli maya yang dilakukan mereka ini pasti dapat menghancurkan pasar. Kenapa ada orang yang menciptakan sistem perdagangan seperti itu. Para engineer bekerja keras menciptakan teknologi, para pedagang di pasar riil bekerja kesar mengatur strategi marketing, para buruh banting tulang, para investor sibuk mengembangkan aset. Mereka lah para penggerak ekonomi sesungguhnya. Tetapi kenapa para broker di balik bursa2 itu merusak semuanya… (Fyi, saya pendukung teori Adam Smith yang dianggap kuno oleh kaum moneter itu).

Yang bisa saya lakukan sekarang ini hanya berdoa. Berdoa agar seluruh umat manusia dapat melalui krisis minyak ini, tanpa ada yang dirugikan. Andai2 lagi, jika saja mampu memperbaiki sistem perdagangan seperti itu..hmm..

Posted in social, economy, & Politics | 5 Comments »

Hitung-Hitungan Harga BBM (Pemerintah Subsidi????)

Posted by dimasu on May 13, 2008

Pusing dengan kenaikan BBM?

Iseng2 saya membuat program perhitungan sederhana dengan excell, berapa sih kerugian Indonesia ketika harga minyak naik. Hasilnya cukup membuat saya bertanya-tanya. aneh aneh aneh aneh….

Garis besar program yang saya buat :

Diasumsikan semua produksi minyak nasional dikonsumsi dalam negeri. Kekurangan kebutuhan dalam negeri diambil dari import yang menggunakan harga minyak dunia. Cost recovery kontraktor minyak dipukul rata. Production sharing semua kontraktor minyak juga dianggap sama. Dengan asumsi2 ini, memang hasil perhitungan tidak akan sama dengan kondisi aktual, tapi saya pikir deviasinya tidak akan jauh dari itu.

Rumusnya secara garis besar kira-kira begini,

Profit pemerintah = penjualan minyak - biaya produksi minyak (saat ini 1 juta barel) - profit untuk kontraktor - pembelian minyak untuk impor (saat ini 200 ribu barel) - biaya penjualan minyak.

Berikut hasil perhitungan dengan menggunakan data saat ini :

Input data : Konsumsi minyak dalam negeri 1,2 juta barel per hari. Produksi minyak dalam negeri 1 juta barel per hari. Import minyak 200 ribu barel per hari. cost recovery kontraktor 15 USD per barel. % production sharing untuk kontraktor dipukul rata 30%. Harga minyak dunia 120 USD. harga pasar minyak nasional 120 USD/barel (biasanya mengikuti harga singapura. asumsi disamakan dengan harga minyak dunia lah). Harga jual minyak 77 USD/barel (mengikuti harga premium Rp 4500/liter). Harga minyak dunia 120 USD/barel. Cost untuk penjualan 15 USD/barel. Update-an: diasumsikan minyak yang dapat diolah adalah 70% dari crude oil. kemudian BBM diasumsikan sebesar 40% dari minyak yang sudah diolah. sisa hasil olahan tadi, dari LPG sampai aspal diasumsikan harga rata (pusing euy cari data validnya ^^v. tapi tak apa karena yang saya cari bukan nilai akhir, melainkan besaran perubahan harga premiumnya saja. mudah2an deviasinya tidak besar). Yang belum diupdate, banyaknya minyak yang diekspor dan diimport, karena unit pengolahan pertamina juga mengolah minyak impor. saya anggap 100% minyak dalam negeri diolah sendiri. sisanya impor. pasti ada deviasi lagi dari situ, tapi mudah2an tak terlalu signifikan untuk perhitungan perubahan harga premium ataupun cost recovery-nya. asumsi deviasi total 50% saya pikir cukup lah, Lebih baik approximately correct daripada precisely wrong, bukan? :)

Hasil perhitungannya adalah pemerintah rugi sekitar 8,7 milyar dolar setahun! Jauh dari angka subsidi yang disebutkan pak JK sebesar Rp 300 trilyun, atau sekitar 27 milyar USD lah kira2. Bohongkah? entahlah. Kita punya 1 juta barel yang tinggal ambil dari sumur sendiri, tidak perlu beli dari luar, jadi seharusnya tidak berlaku harga 120 USD. Dijual 4500 perak per liter pun, pemerintah dapat 4500-nya itu. Bebannya cuma di-impor saja (tambah beban produksi dan penjualan tentunya).

Nah, yang menarik dari program ini, saya bisa analisa seberapa besar dampak masing faktor jika diubah. Berikut adalah hal yang menarik.

Pemerintah berencana menaikkan harga BBM maksimal 30%. Saya ubah harga BBM (premium saja) dari 77 USD menjadi 100 USD di program ini. Hasilnya, pemerintah tetap rugi sekitar 5,8 milyar dolar. Tambahan hanya sekitar 3 milyar dolar. dikurangi BLT, bisa2 tinggal separuhnya. Apa dampaknya? inflasi. Dampak yang buruk, menyebabkan daya beli rakyat menurun, ekonomi negara menurun. Pemerintah pun akan mengalami kerugian ini. Pokoknya dampaknya buruk bagi negara. Saya sendiri sebenarnya setuju BBM naik. Jika harga BBM Indonesia jauh di bawah harga dunia, masa depan Indonesia ketika minyak dalam negeri habis akan suram. Tapi saya tidak setuju dengan inflasi. Adakah cara subsidi dihilangkan, tapi ekonomi negara tidak terpengaruh? saya pikir, pasti ada!

Oke, diluar subsidi atau tidak subsidi itu, sebenarnya ada faktor terbesar dari kerugian yang kita alami. Yaitu pembagian yang diberikan ke kontraktor. Dari perhitungan dengan kondisi sekarang, kontraktor menerima 46,5 juta USD per hari. wow, besar sekali. Hampir 50% hasil minyak bumi kita diambil kontraktor asing (pertamina sendiri tidak besar produksinya). Ini dia masalahnya, pemerintah terlalu takut dengan Amerika khususnya, dan asing umumnya. Digertak dikit, langsung manggut2. Kebijakan cost recovery dan production sharing yang besar itu buruk sekali. Jika anda pernah ke komplek chevron, total, conoco, dkk. maka anda akan terkejut melihat kemewahan para pegawai bule di sana. Atau mungkin ada kenalan yang kerja di sana, bule2 bergaji ratusan juta rupiah. Ya, yang bayar itu adalah pemerintah Indonesia. bukan perusahaannya. Parah bukan?

Bagaimana jika perjanjian itu dirubah? berikut hasilnya:

input data : cost recovery diubah dari 15 USD/barel dibatasi menjadi 10 USD/barel. Production sharing dirubah dari 30% menjadi 15%. Harga minyak Indonesia ditetapkan dengan harga kontrak, 100 USD. Hasilnya, kerugian pemerintah tinggal sekitar 300 juta USD per tahun. Ada penambahan lebih dari 8 milyar dollar dibanding kondisi saat ini. Kalau saja SBY berani dengan Bush. hmm. andai2…

Bagaimana jika perhitungan dioptimalkan lagi. Seperti yang saya bilang, saya setuju harga BBM disesuaikan dengan harga minyak dunia, agar ketika Indonesia terpaksa impor lebih banyak lagi (karena cadangan minyak Indonesia tinggal sedikit, 20 tahun lagi habis jika lifting tetap dan tak ada sumur baru), rakyat sudah siap melaluinya. Saya perhitungkan BBM naik 10%. Jadi harga premium kira2 5000 per liter lah. Menurut saya ini masih dapat diterima rakyat, dan inflasi yang terjadi pun tidak akan besar. Kemudian ada pos lagi yang bisa ditekan, yaitu pemberantasan calo2 minyak. Cost 15 dolar per barel bisa terpotong menjadi 13 dolar per barel. Selain itu perlu dicermati juga adalah penghematan. Saya asumsikan, Indonesia seharusnya dapat menghemat 20 ribu barel per hari. 

Hasil perhitungannya, pemerintah dapat untung sekitar 2 milyar USD per tahun. Tidak perlu lagi ada subsidi. Hasil ini akan lebih bagus lagi jika saja kontraktornya itu lokal semua. Dari perhitungan tadi, kontraktor masih menerima revenue 23,5 juta USD per hari, atau 8.58 milyar USD per tahun. Keuntungan bersih setelah cost recovery, 4,9 milyar USD per tahun. Bayangkan jika kontraktornya pertamina semua, pemerintah masih bisa dapat deviden. Bagaimana dengan pajak? itu juga belum dihitung.

Jika saya presidennya, keuntungan ini tidak akan saya gunakan untuk pengeluaran rutin. Tapi akan saya gunakan untuk investasi dalam negeri lagi untuk mendorong pembangunan, menutup gejala inflasi akibat kenaikan BBM 10% tadi, dan juga sebagai bekal ketika Indonesia sudah tidak dapat menghasilkan minyak lagi…

Kapan negara ini memiliki pemerintahan yang berani, tegas, cerdas, dan jujur.

Yah, hanya hitung2an iseng saja…

Posted in social, economy, & Politics | 20 Comments »

Masa Depan Indonesia: Antara Terbatasnya Energi dan Potensi Ekonomi Negara

Posted by dimasu on May 10, 2008

Kemarin saya baca buku yang cukup fenomenal saat ini, yaitu buku berjudul Asia Future Shock, karya michael backman. Buku ini membahas masa depan negara2 Asia, mirip buku Asian Branding-nya Ian Batey. Cuma bedanya, Ian Batey berpikir optimistis untuk semua negara, sedangkan Michael Backman berpikir sesuai realitas yang ada. Sialnya, saya memiliki pandangan yang sama seperti Backman, walau saya selalu berusaha untuk optimis dengan masa depan Indonesia. Saya pernah bahas di the future of Indonesia. Pada saat itu, saya meramalkan migas Indonesia akan turun drastis di tahun 2020. Tapi kenyataannya mungkin akan lebih cepat dari itu, dan lebih buruk lagi.

Mari kita bahas apa yang ditulis Backman tentang Indonesia. Judulnya cukup membuat dahi berkerut, “apakah Indonesia memiliki masa depan?”. Berikut point penting tulisan tersebut:

1. Perekonomian Indonesia selama ini bisa bertahan karena adanya sektor migas. Cadangan minyak akan terus menurun seiring waktu, dan akan sangat mempengaruhi perekonomian nasional.Pasokan yang tidak stabil ke Jepang (importir LNG terbesar), membuat Jepang mengalihkan sumber pasokannya ke Qatar, yang memang dikenal sebagai negara penghasil gas terbesar di dunia. Di saat negara2 penghasil minyak lainnya mengibarkan dolar dari harga minyak yang terus melejit, Indonesia justru merangkak tak berdaya.

2. Biaya produksi Indonesia tinggi. Bukan karena biaya pekerjanya mahal, tapi karena birokrasi yang panjang dan banyak punglinya. Dikatakan, jika ingin berinvestasi di Indonesia, akan banyak biaya overhead yang tinggi dan tidak terduga, di samping proses izin yang lama. Ini membuat investor asing enggan berinvestasi di Indonesia.

Dari kedua point tersebut, Backman menilai Indonesia akan semakin terpuruk, sementara persaingan dunia semakin sengit. Menurutnya, jika ada guncangan global, niscaya Indonesia tidak mampu menahannya seperti negara2 lain.

Tanggapan

Sungguh seribu sial, apa yang ditulis Backman itu benar.  Lifting minyak Indonesia mencapai titik terndahnya di angka 900 ribuan barel per hari, dari sebelumnya yang mencapai 1,7 juta barel. Di sisi lain, kebutuhan energi nasional terus meningkat. Hasilnya, pada masa pemerintahan SBY ini, kita menjadi net importir minyak.

Tahukah anda berapa cadangan minyak di Indonesia? hanya di kisaran 8 milyar barel. Itu artinya, jika kita lifting minyak 1 juta barel per hari, maka dalam waktu sekitar 20 tahun lagi, minyak kita sudah habis. Ya 20 tahun lagi Jika konstan lifting 1 juta bpd. Kenyataanya mungkin akan lebih dari itu, tetapi lifting akan terus menurun setiap tahunnya. pokoknya cadangan minyak kita saat ini hanya 8 milyar barel. Bandingkan dengan arab yang memiliki 700-an milyar barel. Sedangkan dari sektor gas masih bisa bernafas lega, karena diperkirakan cadangannya cukup hingga 60 tahun lagi.

Jika kegiatan eksplorasi (mencari) sumur minyak baru tidak memberikan hasil, hancur lah kita. Tidak saja sektor migas, tapi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Apa ada sektor lain selama ini yang mampu memberikan devisa besar selain migas? mungkin anda berpikir sektor telekomunikasi. Tapi realitanya telekomunikasi baru berputar di pasar dalam begeri saja, belum mampu keluar. Itu artinya belum dapat memberikan surplus terhadap devisa.

Mengenai proses investasi yang rumit dan banyak punglinya, saya sudah tidak bisa bicara banyak lagi. Malu hati ini dengan sikap orang2 pemerintahan, DPR, orang pajak. Saya hanya bisa berharap KPK terus menggencarakan serangannya terhadap koruptor, dan Presiden baru nanti akan lebih tegas dalam mendorong proses perizinan usaha yang lebih simple.

What should we do

Di setiap kesulitan, pasti ada jalan keluar. Begitu kan? :)

Pertama-tama yang harus kita lakukan sebagai rakyat adalah, memilih presiden yang berkompeten di pemilu 2009 nanti. Presiden tersebut akan menjadi tokoh penting di saat momen genting ini. Kinerjanya akan menentukan nasib bangsa Indonesia di masa yang akan datang, tidak saja selama 5 tahun ke depan, tapi 20 tahun ke depan. Saya pernah membahasnya di kriteria presiden 2009.

Presiden SBY melakukan pekerjaan yang baik di awal masa pemerintahannya. Namun, ketika badai perekonomian menerjang, beliau seperti kalut, bingung mau berbuat apa. Ketika Indonesia sudah menjadi net importir minyak, beliau mempertimbangkan untuk keluar dari OPEC, mungkin karena adanya tekanan dari luar juga, entahlah. Padahal keluar dari OPEC itu akan menyulitkan Indonesia dalam mengakses minyaknya.

Kemudian, kebijakannya yang ingin menjual BUMN yang sentral, seperti krakatau steel ke pihak asing. Alasannya adalah krakatau steel ingin menjadi lebih profesional. Tapi dampaknya jauh dari itu, kita kehilangan aset negara. Untung saja masih ada orang seperti Amin Rais yang keras mengingatkan SBY.

If I were president

Berikutnya, If I were the president, hal penting apa yang harus saya urus? Pertama, masalah energi. Indonesia terkenal sebagai negara yang sangat teramat boros. SBY mengeluarkan inpres penghematan energi, tapi bentuknya seperti apa masih tidak jelas siapa yang mengerjakan. Menurut perhitungan saya, penghematan energi akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap keuangan negara. Jika ada waktu, saya akan membahasnya lebih detail di tulisan lain. Selain penghematan, pemerintah harus secepatnya melepaskan beban subsidi dan menyerahkan sepenuhnya ke rakyat. Ini yang sedang dicerna secara hati2. Penghapusan subsidi diusahakan cepat, namun diusahakan harus meminimalisasikan dampak inflasi dan daya beli rakyat. Saya sendiri tidak bisa melakukan perhitungan penghapusan subsidi ini terhadap momen2 ekonomi yang lainnya, seperti besaran pajak, kebijakan investasi, pembangunan infrastruktur, dll. Tapi pasti ada ahli masalah tersebut yang berkompeten di Indonesia ini, yang mampu melihat kesinergisitasan antar elemen ekonomi. Sebagai presiden, tentunya orang tersebut harus saya libatkan. Intinya, negara harus berusaha lepas dari beban subsidi, namun juga harus mendorong kemajuan ekonomi rakyat. Hal yang sulit, tapi pasti bisa.

Kemudian, sumber2 energi baru dicari. Indonesia memiliki potensi migas di offshore. Di onshore, hampir semua tempat sudah dijajaki, sedangkan offshore baru sedikit. Sequence development di offshore ini harus tepat. Cost yang dibutuhkan besar, harus diperhitungkan dengan potensi yang dapat kita raih nantinya. Mungkin kenaikan harga minyak akan memacu kegiatan offshore. BP migas akan memegang peranan yang sangat penting untuk urusan ini. Sumber energi lain? tentu saja. batubara jelas harus dipertahankan, jangan sampai seperti minyak nasibnya. lalu energi alternatif. Feeling saya, ebnergi alternatif paling potensial di Indonesia adalah energi geothermal. Perlu sekali mendorong kegiatan riset di sektor geothermal. Pertamina sudah mulai memulainya. Bagus sekali.

Masalah energi tadi yang pertama, kemudian hal yang harus segera diurus adalah masalah investasi. Investor asing sudah memiliki pemikiran yang jelek terhadap dunia investasi di Indonesia. Harus kita ubah. harus. Ada 2 kunci penting, yaitu birokrasi dan infrastruktur. Bagaimana dengan pasar? pasar akan mengikuti secara otomatis seiring investasi tersebut masuk. Yang bisa kita usahakan dari pemerintah adalah ya birokrasi dan infrastruktur tersebut. Sedangkan kebijakan tentang pajak akan segera diimplementasikan setelah 2 hal tersebut selesai.

Untuk birokrasi, ada 2 permasalahan, buruknya mental korupsi para Pegawai Negeri, dan satu lagi adalah ribetnya jalur prosedur. Ada banyak formulir yang harus diisi dan ditanda tangan. Hal ini negatif. Pembenahan ini hanya dapat dilakukan oleh kaum muda. Sejujurnya, saya tidak percaya dengan orang2 tua yang sudah berpuluh2 tahun berkecimpung di dunia birokrasi ini. Saya akan lebih memilih orang dari dunia usaha pengalaman 5 tahun, daripada orang bea cukai pengalaman 20 tahun.

Lalu, masalah infrastruktur. Pekerjaan yang sedang digemborkan oleh wapres Pak Jusuf Kala saat ini. Menurut saya, perencanaan beliau sudah cukup bagus. Investasi 20 milyar dolar untuk infrastruktur energi, jalan, dll, dirasa cukup bagus. Tinggal meneruskan programnya dan mengawasinya dengan ketat. Harus dengan ketat. Mental orang Indonesia jelek dalam hal penjadwalan, sering ngaret. Selain itu biaya juga sering membengkak tanpa ada alasan yang jelas. Hal ini harus dihindarkan. Diharapkan pembangunan infrastruktur dapat memajukan kegiatan sektor manufaktur, pertanian, dll yang akan menjadi tulang punggung nasional.

Kedua hal penting yang diurus ini (masalah energi dan investasi), harus dikerjakan paralel dengan gerakan perubahan orang2 pemerintahan, dari DPR, orang2 departemen, kepolisian, kejaksaan, orang pajak, pemda, sampai kelurahan2, semua harus dirubah mentalnya. Dari tikus malas yang menggerogoti properti rakyat, menjadi superman yang melayani rakyat.

3 Pilar Masa Depan

Saya sudah sebutkan bahwa  penanganan energi dan pembangunan infrastruktur (baik energi, telekomunikasi, transportasi, dll) adalah 2 hal yang krusial untuk mempertahankan perekonomian Indonesia. Tetapi, sektor apa yang dapat dijadikan tulang punggung ekonomi negara di masa depan? pada masa lalu, sektor migas berjaya menjadi pilar. tetapi di masa yang akan datang kita tak dapat menaruh harapan tinggi dari sektor migas, kecuali jika Indonesia berhasil membalikkan keadaan menjadi net eksportir minyak.

Feeling saya, sektor yang memiliki potensi besar untuk menjadi pilar adalah perikanan, pertanian&peternakan, dan 1 lagi adalah UKM berbagai bidang. Tiap propinsi diharapkan memiliki keunggulannya masing2, tetapi saya rasa tidak akan jauh dari 3 sektor tersebut. Di sini lah Gubernur memegang kunci.

Perikanan. Tau kah anda jika tiap tahunnya Indonesia kehilangan 2 milyar dolar dari aksi pencurian ikan oleh negara2 tetangga? Indonesia adalah negara yang kaya dengan lautnya. Sejarah mengatakan bahwa kita memiliki kerajaan yang menguasai lautan. Jika pemerintah mau serius, sektor perikanan berperan besar. Tentunya saya berharap Indonesia dapat menjadi seperti Jepang di Asia, atau Inggris dan Norwegia di Eropa, yang merajai bisnis perikanan.

Pertanian&Peternakan. Ya, sektor ini pernah berjaya di era Pak Harto. Sungguh sangat disayangkan, saat ini kita kesulitan pangan. Orang Belanda jaman dahulu mengatakan tongkat di tanam di tanah Indonesia akan tumbuh menjadi pohon. Kondisi yang berlawanan dengan kondisi saat ini. Indonesia punya potensi yang bagus. Memang hambatan terbesar kita adalah cuaca yang semakin tak menentu di bumi ini. Karena itu penanganan pertanian tidak boleh sama. Kita butuh teknik yang lebih sophisticated. Kita punya IPB dan ilmuwan2 berkualitas. Sayangnya lulusannya banyak yang pindah haluan ke perbankan, bidang yang jauh dari ilmu yang dimiliki. Anyways, pertanian maupun peternakan tidak bisa dilepaskan dari Indonesia. Negara ini adalah negara agraris. Besar harapan Indonesia dapat meniru Australia, Thailand, atau bahkan Amerika.

Satu lagi potensi adalah UKM. Ini lah masa depan Indonesia. Sebenarnya bukan potensi alami, tetapi kita harus paksa jadikan UKM sebagai potensi. Seperti yang kita ketahui, korporasi2 besar yang berdiri di Indonesia sekarang adalah perusahaan asing. Di sektor migas, chevron jauh lebih perkasa daripada pertamina. Di perbankan, persentase saham asing jauh lebih dominan daripada saham orang lokal. Telekomunikasi, kita terpaksa gigit jari di hadapan bos2 singapura. Penjualan BUMN strategis telah dilakukan sejak era Megawati. Kesalah terbesar yang membuat bangsa ini menjadi kuli di negaranya sendiri. Dampak dari penguasaan ekonomi negara oleh asing ini cukup besar. Kita kehilangan kedaulatan, bahkan politik dan kebijakan2 pemerintah pun dapat digerakkan dengan mudah oleh asing. Sementara rakyat hanya planga plongo tidak mengerti. Rakyat kecil hanya berpikiran perut terisi saja, sedangkan sebagian kecil rakyat intelek yang kritis saat itu justru dipojokkan lewat media massa dan dijadikan seolah2 tokoh jahat. Sudah saatnya kita mulai mendorong kemajuan UKM2 ini agar kelak dapat merebut penguasaan asing. Bagaimana caranya? banyak cara. Saya ingin membahasnya kapan2 di tulisan saya yang lain saja. 

Satu lagi yang perlu diingat adalah, sequence pembangunan yang dijalankan ini harus dijalankan dengan ritme yang sesuai terhadap kondisi lainnya, seperti politik, moneter, ekonomi global, sampai bahkan kondisi alam. Mungkin yang diperlukan adalah intuisi yang hebat untuk mendapatkan timing yang tepat. 

Harapan dan Doa

Saya berharap kehebatan pemerintahan baru 2009 tidak saja dapat bertahan dari ekonomi global yang memburuk, tapi juga mampu mengangkat perekonomian yang lebih bagus. Sehingga di saat pemerintahan berikutnya, alokasi 20% APBN untuk pendidikan dapat segera terealisasi. Ini adalah kunci pembagunan Indonesia berikutnya. Jumlah penduduk yang banyak, jika diiringi orang pintar yang banyak pula, maka orang2 pintar Indonesia akan menjelajah ke berbagai negara, dan diharapkan kontribusinya ke Indonesia walau tidak secara langsung (bukan dibajak negara lain seperti saat ini). Yah, semoga saja ramalan Michael Backman tidak benar2 terhadi…

See ya..

Tulisan terkait :

Sayonara Exxonmobil

Kriteria Calon Presiden RI 2009 (awal)

Kriteria Calon Presiden RI 2009

The Future of Indonesia

The Future of Indonesia 2

Posted in Books, Design & Technology, social, economy, & Politics | 3 Comments »

Mobil bagus2 kok ngantri di premium?

Posted by dimasu on May 4, 2008

Sangat disayangkan, di saat negara kesulitan dalam mensubsidi minyak, masih banyak masyarakat yang tidak peduli masalah ini. Dan kurang ajarnya, yang tidak peduli itu sebagian besar adalah masyarakat kelas atas. Setiap saya isi bensin, pasti ada saja mobil dengan rasio kompresi tinggi tapi mengisi premium (yang disubsidi pemerintah). Duh, bodohnya dia. Apakah orang itu pada gak tau ya dampak penggunaan premium pada mobil bermesin kompresi tinggi. Kalau saya perhatikan, kebanyakan dari mereka beralasan dari harga pertamax yang terlampau tinggul. Hm, sudah bodoh, tidak tahu malu pula. Kalau tidak mampu beli bahan bakar yang seharusnya ya buat apa beli camry, altis, accord, dll. lebih baik mereka beli mobil sekelas karimun saja. Bikin orang2 mau tertawa saja. hehe.

Anak SMA yang belajar fisika pun tahu. Begini, rasio kompresi / compression ratio (CR) adalah perbandingan volume ruang bakar pada saat piston berada di titik mati atas dengan volume ruang bakar pada saat piston berada di titik mati bawah. Sederhananya, perbandingan volume minimum dengan maksimum silinder ruang bakar yang dapat dicapai mesin. masih ingat kan. tekanan berbandingan terbalik dengan volume. jika volume diperkecil, tekanan naik. Jadi untuk mesin ber-CR tinggi, perubahan volume yang tinggi mengakibatkan tekanan pun menjadi tinggi.

Nah, sementara itu premium kita ketahui beroktan rendah, dan pertamax beroktan tinggi. nilai oktan ini menggambarkan besarnya kadar isooctane dan heptane pada suatu bensin. Intinya bensin beroktan tinggi memiliki rangkaian karbon yang untuk memutusnya (agar terjadi pembakaran) dibutuhkan energi yang lebih besar, dalam hal ini tekanan yang besar (sederhananya, energi berbanding lurus dengan tekanan. rumitnya, coba cek proses isentropic dan cek juga properties dari bahan bakar di buku2 termodinamika). Untuk bensin beroktan rendah adalah sebaliknya. dengan tekanan yang lebih rendah, bensin tersebut akan terbakar.

Artinya, jika mesin ber-CR tinggi diisi bensin beroktan rendah, bensin akan terbakar lebih dahulu sebelum mencapai titik mati atas. Karena pada saat beberapa derajat di bawahnya, bensin telah bertekanan yang cukup untuk membakar si bensin. Nah, di sini ada perlawanan gaya pada piston. Pada saat bensin terbakar, piston sedang bergerak ke atas, namun sudah terjadi ledakan bahan bakar yang mengakibatkan ada perlawanan gaya ke bawah, yang memberikan resultan negatif terhadap pergerakan piston menuju titik mati atas. Setelah itu, busi pun menyala, dan tentunya tidak membakar semua bahan bakar, karena sebagiannya sudah terbakar duluan. artinya, pembakaran menjadi tidak efektif. Ini adalah fenomena knocking, atau bahasa bengkelnya adalah ngelitik.

Beberapa orang yang ngotot tetap memakai premium (karena lebih murah), mencoba memakai sensor anti knocking. Intinya mereka hanya mencoba untuk memperlambat timing busi menyala saja. Hanya untuk memperhalus gerakan piston, dengan menhindari pembakaran yang lebih besar ketika piston belum mencapai titik mati atas. Tapi sebenarnya, gejala knocking tetap terjadi, kawan. anda2 yang menggunakan sensor itu tertipu oleh salesnya.  Ada lagi yang mencoba memakai octanse booster. Pemakaian octane booster memang menaikkan nilai oktan, tetapi hanya sedikiit sekali. pengaruhnya tidak banyak. Apalagi yang merknya top 1, itu adalah penipuan sejati. kecuali kalau yang nilai oktannya nanggung, tapi seberapa nanggungnya, perlu dicek lagi secara aktual di bengkel resmi.

Lagipula, kengototan mereka cukup lucu juga. Mereka hanya menghindari knocking (walau nyatanya tidak bisa), tapi performance mesin ya tetap saja sekelas dengan mesin ber-CR rendah. CR tinggi sengaja dibuat pabrikan kan karena memang agar performance mesinnya bagus. ketika terjadi ledakan, tekanan piston yang besar disalurkan menjadi gaya yang besar pada piston (p=F/A), gaya yang besar disalurkan ke crank shaft menjadi torsi yang besar (t=F.r). Dari crank shaft ke roda. Jadi mesin CR tinggi seharusnya menghasilkan mobil bertenaga tinggi. Kalu diisinya bensin beroktan yang lebih rendah, ya percuma beli mobil mahal2. Karena mesin CR tinggi ini ongkos produksinya lebih mahal. Selain dari dimensi, bahan untuk membentuk silinder bakarnya juga harus lebih tahan terhadap panas dan pressure yang lebih tinggi.

Oiya, dampak jangka pendek dari efek knocking adalah tarikan mobil jadi culun. Lucu aja gitu kalo nyetir honda city tapi performancenya sekelas starlet. ngelitik lagi. haha. Sedangkan dampak jangka panjangnya adalah piston dapat rusak. bahkan bolong.

Posted in Design & Technology | 4 Comments »

Engineer itu mahal (! atau ?)

Posted by dimasu on May 3, 2008

Suatu waktu seorang engineer A melihat sebuah peluang untuk menjadi konsultan di offshore. Bayarannya pun cukup besar. 1000 USD per hari. ditambah akomodasi, total menjadi 1800 USD per hari. langsung saja dia menemui engineer B yang dikiranya dapat membantunya meraih peluang tersebut. “Berikan saya training 1 bulan. saya pasti bisa menjadi konsultan itu. Setelah memiliki kompetensi menjadi konsultan itu, dibayar 500 USD per hari pun saya mau! akomodasi saya yang nanggung pun tak masalah”. Kemudian engineer B tersebut mengatakan, “OK. nanti saya hubungi kamu lagi”.

Engineer B kemudian mendatangi pemilik perusahaan yang membutuhkan konsultan offshore. “Berikan saya waktu 2 bulan. saya pasti bisa memberikan konsultan kepada anda.” Perusahaan tersebut menyetujuinya. Lalu engineer B mengambil training selama 1 bulan di sebuah lembaga pelatihan. kemudian 1 bulan berikutnya dia yang memberikan training kepada engineer A. Engineer B sukses membuat kontrak kepada perusahaan yang membutuhkan konsultan tersebut, dan mempekerjakan engineer A sebagai tenaga konsultannya.

Engineer A cukup senang dibayar 500 USD per hari, dan berjuang menjadi front liner di hadapan klien, di tengah laut. Sementara engineer B duduk-duduk di tengah kota sambil nge-blog dan minum energen hangat, menulis pengalaman training yang diikutinya selama 1 bulan. Dia mendapatkan keuntungan 1300 USD per hari dari kontraknya dengan perusahaan offshore itu…

Di seberang negeri, seorang pengusaha terlihat bermain golf. Beliau adalah pemilik perusahaan yang memiliki kontrak dengan engineer B. menikmati 3200 USD per hari, karena ternyata konsultasi itu bernilai 5000 USD per hari…

*) Pesan moral: Bekerja cerdas ternyata lebih bernilai dibanding bekerja keras.

Posted in social, economy, & Politics | 7 Comments »